Rabu, 12 Februari 2014

PELEPASAN NYAMUK DI NOGOTIRTO

Januari 2014 lalu saya tertarik pada pemberitaan pelepasan nyamuk Pelepasan nyamuk akan dilakukan di 21 RT di Kronggahan dan 18 RT di Nogotirto. Namun, pelepasan nyamuk di dua RT di Kronggahan dan empat RT di Nogotirto. Kebetulan lokasi kantor di Nogotirto, saya jadi penasaran tentang program ini. Nyamuk yang dilepaskan ialah nyamuk Aedes Aegypti dengan bakteri Wolbachia, Nyamuk ini yang menjadi vektor dari demam berdarah. 

Nah, sekarang apa sebenarnya apa bakteri wolbachia itu? Akhirnya setelah browsing saya mendapatkan jawabannya. Wolbachia adalah salah satu genus bakteri yang hidup sebagai parasit pada hewan artropoda. Infeksi Wolbachia pada hewan akan menyebabkan partenogenesis (perkembangan sel telur yang tidak dibuahi), kematian pada hewan jantan, dan feminisasi (perubahan serangga jantan menjadi betina). Bakteri ini tergolong ke dalam gram negatif, berbentuk batang, dan sulit ditumbuhkan di luar tubuh inangnya. Berdasarkan studi filogenomik, Wolbachia dikelompokkan menjadi 8 kelompok utama (A-H). Bakteri tersebut banyak terdapat di dalam jaringan dan organ reproduksi hewan serta pada jaringan somatik. Inang yang terinfeksi dapat mengalami inkompatibilitas (ketidakserasian) sitoplasma, yaitu suatu fenomena penyebaran faktor sitoplasma yang umumnya dilakukan dengan membunuh progeni (keturunan) yang tidak membawa/mewarisi faktor tersebut. (Wikipedia, 2013)



Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Monash University, yang mencoba menyuntikkan bakteri Wolbachia ke dalam lebih dari 2.500 embrio Aedes aegypti yang dapat menyebarkan penyakit demam berdarah. Setelah mereka menetas, mereka diberi makanan darah yang sudah dicampur dengan virus dengue. Ternyata bakteri Wolbachia tidak menyebar ke lingkungan, akan tetapi diteruskan dari ibu ke anak melalui telurnya.


Apabila pasangan nyamuk jantan yang terinfeksi dengan nyamuk betina yang tidak terinfeksi, akan membuat semua telur yang dihasilkan mati. Dan jika nyamuk betina terinfeksi Wolbachia, ketika mereka kawin dengan nyamuk jantan yang terinfeksi, telur yang menetas biasanya telah terinfeksi bakteri Wolbachia di dalamnya, sehingga bakteri Wolbachia akan ada dalam setiap generasi.

Dari penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa bakteri Wolbachia dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh nyamuk dan melindungi dari virus seperti virus DBD. Dan bakteri Wolbachia bersaing dengan darah untuk makanan di dalam tubuh nyamuk, sehingga  virus dengue sulit untuk mereplikasi dan berkembang di dalam tubuh nyamuk.

Penelitian-penelitian tersebut menawarkan harapan agar penyakit DBD yang ditularkan oleh nyamuk vektor Aedes aegypti dapat dihentikan, meskipun di bawah kondisi laboratorium bahwa hal itu kemungkinan bisa diterapkan di lapangan. Semoga, penelitian ini akan berhasil memutus jalur persebaran demam berdarah di kemudian hari. Kita tunggu saja bagaimana tingkat keberhasilannya.

Kamis, 06 Februari 2014

Pengendalian Ekosistem Karts di Kabupaten Wonogiri

Pengendalian ekosistem Karst di Kabupaten Wonogiri pada November 2013 lalu di desa Paranggupito, perjalanan cukup melelahkan dengan medan yang "sesuatu" banget. 
Kunjungan ke lokasi pembibitan tanaman dengan perwakilan dari Kantor Lingkungan Hidup dengan Bapak Giono dan dari CV. Agri Luciana. Pertama-tama kami memeriksa bibit tanaman, bibit yang dipersiapkan antara lain sengon laut, jati, jeruk pamelo dan sukun. Lokasi pembibitan di CV. Agri Luciana yang tidak jauh dari CV. Lulus Tani di jalan Ponorogo - Wonogiri.


Selanjutnya dari lokasi pembibitan dilanjutkan ke lokasi penanaman di desa Paranggupito sekitar 1,5 jam dari lokasi pembibitan. Terjadi perbedaan cuaca disana, sebelum memasuki lokasi karst hujan cukup deras namun ketika sampai lokasi sama sekali kering kerontang dan panasnya cukup menyengat.


Memasuki wilayah desa mata saya terpukau karena melihat tamanan sayur dan buah-buahan yang bisa hidup subur diatas karang-karang, benar-benar Allah Maha Adil. Tidak hanya tanaman jati ada pepaya dan jeruk cukup banyak ditemui. Kami bertemu dengan kelompok tani yang akan diberikan bantuan tanaman dan pupuk. Melihat pupuk kompos dan TSP yang sudah dipersiapkan kemudian meninjau lokasi penanaman.

Spesifikasi tanaman antara lain: bibit tanaman Bibit sukun 1250 batang ketinggian 80 cm, daun minimal 3 batang, perakaran kompak, media polybag; bibit Jeruk Pamelo jumlah 1250 batang ketinggian 80 cm, daun minimal 3 batang, perakaran kompak, media polybag; Bibit Jati  jumlah 5000 batang ketinggian 70 cm, daun minimal 3 batang, perakaran kompak, media polybag; Bibit Sengon jumlah 5000 batang ketinggian 70 cm, daun minimal 3 batang, perakaran kompak, media polybag.

 Sebelum ditanam yang perlu dipersiapkan antara lain ajir, pupuk dan lubang tanaman, bersama kelompok Tani Sari Asih kami berkeliling lokasi.


Kunjungan ke lokasi penanaman di desa Paranggupito bersama kelompok Tani Sari Asih, bibit pohon belum bisa ditanaman karena pada lokasi tersebut belum turun hujan sehingga petani menolak untuk melakukan penanaman.





Perjalanan panjang sudah selesai,semoga bermanfaat :)

Jumat, 28 Juni 2013

Temperatur Suhu Pengaruhi Keganasan Nyamuk DBD

Sekedar Info untuk yang membutuhkan, sebesar apa peran cuaca mempengaruhi derajat kesehatan manusia, infonya bisa ditenggok disini dicuplik dari VIVAnews.

Penyakit demam berdarah disebabkan karena penularan virus Dengue melalui nyamuk aedes aegypti. Nyamuk yang berhabitat pada air jernih tergenang di sekitar rumah penduduk atau bangunan kosong.

Nyamuk ini berbeda dengan nyamuk pada umumnya, tubuhnya berwarna dasar hitam dengan bintik-bintik putih, terutama di bagian kaki, serta sayap transparan. Nyamuk ini memiliki waktu untuk menghisap, pada pagi hari (pukul 08.00-10.00) dan sore hari (pukul 15.00-17.00).

Di samping itu, pergerakan nyamuk  juga mengikuti aktivitas normal manusia, bukan saat malam hari atau ketika tidur. Peningkatan suhu atau temperatur ekstrem (khususnya di negara beriklim tropis), siklus hidup nyamuk juga akan mengalami perubahan, menjadi meningkat lebih banyak.

Menurut Kepala Riset Pusat Penelitian Perubahan Iklim, Universitas Indonesia, Dr. Budi Haryanto, efek temperatur suhu berpengaruh pada inkubasi periode virus nyamuk. Artinya perkembangan larva untuk menjadi nyamuk dewasa lebih cepat, dari waktu lima sampai tujuh hari menjadi tiga hari.

Ketika larva sudah berkembang menjadi nyamuk dewasa, akan ada perubahan. Misal tubuh nyamuk menjadi lebih kecil, namun keinginan untuk makan (menggigit) meningkat.

Dengan demikian, peningkatan suhu berpengaruh pada frekuensi nyamuk menggigit, yaitu menjadi lebih sering. Hal inilah yang menyebabkan, penularan virus dengue menjadi lebih efisien dari nyamuk ke manusia. (http://life.viva.co.id/news/read/424606-temperatur-suhu-pengaruhi-keganasan-nyamuk-dbd)

Jumat, 29 Maret 2013

Inspirasi Mereka

Kadang ada di atas, kadang juga di bawah begitulah kehidupan tidak bisa diduga, orang sering mengibaratkan itu seperti roda yang terus berputar. Lama dan masih akan terus mencari kebahagiaan, bersama Emo (ikan komet tersayang) diiringi lagu Kiss From a Rose kisah ini ku ketik . September lalu kisah ini baru akan ku mulai, pelan-pelan teman dan sahabat pergi merantau dan pulang ke kota tujuan mereka, dan aku masih disini, keadaan ini bukan menjadi keinginanku tapi aku sadar disaat seperti ini mencari kerja bukan hal yang mudah. Hari-hari ku mulai di depan layar laptop hampir 24 jam tanpa mati, mencari info dan berkali-kali ikut jobfair jd makanan setiap hari, jerawatan, kehabisan uang bensin, lupa makan memang lebay banget. Hidup terasa gak pernah tenang, sampai aku putuskan untuk menghabiskan waktu bersama sahabat2ku, cerita mereka membuat aku berfikir "Ya seharusnya begitulah aku menjalani hidup".
Seorang sahabat berkata "Jangan tergesa-gesa karna untuk mendapatkan yang terbaik melalui proses yang lama", aku berfikir memang tidak mungkin suatu hal yang baik itu didapatkan dengan cara instant, kalau memang ada mungkin akan mudah hilang dari genggaman kita. Seseorang lagi berkata kepadaku dikala aku putusasa harus berjuang sendiri ,"di dunia kerja tidak ada istilah kelompok, kita harus berjuang sendiri", dan sejak mendengar cerita dari sabatku ini aku mulai lebih kuat berjuang sendiri.
Aku selalu berfikir kalau Allah pasti memberikan kesempatan kepada hambanya yang selalu berusaha dan berdoa, aku tanamkan dalam2 itu. Aku percaya aku pasti bisa, aku pasti mampu, aku harus terus bejuang, dalam kesederhanaanku ini membuatku lebih bersemangat. Kedua orang tua yang bekerja keras untuk kami juga menjadi inspirasiku, yang selalu terbayang adalah aku harus bisa berjalan ke atas tanpa melukai orang lain disekitarku karena kebahagian ku seharusnya juga menjadi kebahagian orang disekitarku.
Perjuanganku yang panjang akhirnya menampakkan hasil yang lumayan, sahabatku yang selalu menjadi penasehatku menawari pekerjaan, ditenggah ke galauanku aku menerimanya sampai nanti suatu saat akan ku capai yang lebih baik dari ini.
Sekarang aku berada diantara teman-teman baruku, bertambah lagi teman perjuanganku disini.

Jumat, 16 November 2012

~Rumah~

Bahasa matahari menyinari kalau hujan membasahi,, hehe Sudah rindu lama tidak bersua, pasti banyak yang berubah tapi perubahan itu tidak boleh merubah citra. Sekian tahun di Kota Jogja rasanya tidak ingin pergi dari kota ini. Kenyamanan ini membuat ku terbuai oleh kenikmatan rasa,cinta dan pesona, angin malam yang dingin, gurauan teman-teman lama, saling bercanda meski baru berkenalan, menu masakan yang super sedap, kota yang indah, jutaan seniman gratis,he he.. 


Jadi ingat pertama kali datang ke Malioboro malam minggu bareng sama teman-teman kampus, rame banget kita disana duduk liat para seniman cacat di halaman sebelah selatan benteng Vandenberg mereka ada yang cuma main musik, ada juga yang nyanyi bahkan mereka juga punya prestasi. Konsepnya waktu itu kita masuk benteng gratis trus duduk bersila di halaman benteng setelah itu kita bisa menikmati musik akustik dari para seniman tadi. Setiap sudut kota ini punya pesona contohnya waktu kita berhenti di perempatan Mbadran musisi Angklung jalanan juga mainnya juga asoyy banget.
Serius gak ada tempat ternyaman selain rumah, gak ada hari ternyaman selain di rumah, gak ada obat galau terdahyat kenyamanan di rumah, sore yang indah ya cuma di rumah. Walau cuma kecil tapi rasanya rindu kalau pergi meninggalkan rumahku ini. 




Senin, 22 Oktober 2012

~~ Backpacker to Malang ~~

"Aduuu indahnya abadi suryaa menyapa mari berjalan kaki bersama-sama menikmati sinar sang surya merayakan hari" tuh potongan lagu White Shoes and The Couple Company yang asik banget buat memulai cerita ku tentang pengalaman ngelayap ke Malang bulan lalu, duh kangen banget dah. Suasana Pagi disana Indah banget pas waktu fajar ada di kelokan tajam sumpah asri.kalau gak percaya coba aja kapan2 main kesana. Berangkat bertiga dari rumah tercinta, sampai Malang pagi2 jam lima dahsyat banget liat bukit2 hijau tinggi, jalan bekelok, sinar matahari menantang, embun pagi, sungainya bening sama bebatuan dan kayak ada danau atau rawa, cakep banget. 



Salut buat mereka yang tinggal disana yang masih memperhatikan lingkunganya tetap hijau. Sayang banget gak bisa ambil gambar yang pas buat menunjukkan pesonanya.Sebagai obat dari kekecewaan kami bertiga setelah tiba di malang berjalan-jalan sejenak menikmati keramaian kota, sempat terjadi tragedi waktu kami akan menuju Jatim park angkot ditabrak sama mobil lumayan bemper depan masuk lumayan dalem. Wah, jadi mesti ada ribut2 dijalan,he he dan akhirnya pak sopir kami dikasih ganti rugi kata si bapak "Maaf ya mbak jadi ada ribut2 jangan kapok ke Malang ya..(sambil tersenyum). Kami diturunin di terminal kena tarif cuma 3000/org padahal jauh banget, trus ganti angkot lagi yang ke Jatim Park, kena 3000 lagi per orang. Sayang sampai disana malah kecewa berat, tempat yang kita tuju gak sesuai keinginan jadi cuma numpang solat (gak kuat bayar uang masuk),he he. Salah satu gambar yang kami abadikan disana.


Jalan seharian kami mulai lapar trus nyoba mie ayam di ujung jalan, enak gk enak gak kerasa karna emang laper banget dari berangkat sampai jam 2 siang belum makan apa2 saking senangnya main. Waktu makan yang bikin syok itu sausnya merah mudaa waduh pake bahan apa ya. Udah kenyang makan kami jalan lagi menuju arah pulang. Ehh, tapikan gak tau mau kemana,he he jadi balik lagi tanya sama tante penjual mie ayam "Nyuwun sewu buk badhe tanglet arah ten jombang medal pundi nggih?" lhoh kok Jombang? soalnya gak semua orang tau mau ke jogja lewat mana so harus tanya tentang kota terdekat dari Malang. Oke sipp kita naik Bis Puspita kalau gak salah, he he
WADOW.. Bisnya penuh bangett akhirnya nekat naik. Seremm, jalannya pelan banget trus berdiri gelantungan kayak monyet mepet2 pula. Saking gak kuatnya sampai di tenggah jalan kita memutuskan buat turun karna salah satu personil kita Erlita rahmawati gak enak badan, lumayan kita jalan2. Hasilnya kita dapat gambar yang diambil oleh mas Hayu salah satu rekan backpacker, ketika perjalanan pulang menuju Kota Jogja tercinta. Pepohonan karet tinggi di sekeliling jalan aspal.

Nah kalau waktu gelantungan di pintu bis ini gambar yang kita dapat, sambil bata tas yang beratnya mungkin ada 10 kg.

Turun dari bis perjalanan berlanjut mencari Mushola atau masjid buat sekedar cuci muka sama tiduran sebentar. Lelah itu seakan sirna oleh keindahan di sekitar kami.

Mushola sudah kita dapati saatnya melanjutkan perjalanan pulang tapi ada yang pengen makan lagi jadi beli Rujak yang isinya aneh mirip kayak lotek tapi ada belimbing, buah2an lain kayak lotis tapi ada bayem, ketupat, sama kuahnya kacang. Ahhh namanya juga laperr.. makann aja lumayan buat ganjel perut.he he
 Woooyy bisnya datang, langsung capcus menuju jombang kena tarif 7000/org. Ternyata gak dapat kursi so kudu berdiri lagi tapi 10menit kemudian sama anak2 Pramuka dikasih kursi katanya "Kasih kursi buat mbaknya, kasian perjalanan jauh (lhoh kok tau mungkin gara2 bawa tas besar ya),he he... makasihh adek2 Pramuka. Kalian membuat kesan manis di Kota ini.
Sampai Jombang tepatnya di Alun2 Kota Jombang kami berhenti untuk solat magrib dan isya'. Super takjub sama Masjid Jombang Indah banget, angin bertiup mendengar ceramah seorang Ustad disana, duduk sejenak membuat mata mengantuk menikmati nyamannya suasana. Berniat mencari oleh2 kami jalan2 di alun2 kota Jombang, trnyata kami tidak mendapatkan yang kami inginkan. So... jajan lagi somay 3000an, serem sausnya pink.he he.. trus sate keong 3 tusuk 1000an..


Kaget pas liat jam udah jam 9 malam saatnya nunggu bis ke jogja. What? bis ke jogja penuh semua, kalau berdiri lagi kayaknya udah gak kuat so kami naik bis MIRA yang ke Arah Solo 25000rb/org trus sampai Solo naik Sumber Slamet 8000rb/org klo g salah. Bener2 sopirnya ugal-ugalan gak MIRA atau Sumber Slamet. Alhamdullh sampai dengan selamat jam 02.00 pagi naik taksi 25000rb sampai rumah. asikkk ah perjalanan kita.. selamat mencobaa..


Happy Graduation ^^


Horee .. Seneng banget bisa blogging lagi.. waktunya berbagi pengalaman lagi. Sekarang sudah genap sebulan jadi pengguran habis wisuda. galau banget waktu detik-detik mau wisuda, aneh ya? kok malah galau ya maklum dengan IPK pas2an dan udah berada diujung tanduk buat berjuang di dunia kerja. Cerita dari awal dulu ya. 
Pagi itu di sekitar kampus tepatnya satu minggu sebelum wisuda, aku bisa ngobrol sama temen2, karna lagi nyari2 info sama ngurus keperluan wisuda. Kita diskusi bareng gimana ney mau wisuda tapi kok malah banyak yang galau. he he (pada ketawa). Bener banget pas wisuda ortu bakal bangga tapi habis itu waduhh tiap hari berasa setahun dan terbukti sekarang kayak gitu. hah... 
Datang waktu wisuda cakep banget, bukan cuma emak yang terharu, kegalauan ini malah berlanjut. Orang yang aku harap datang gak ada. Hemm.. Nangis.. tapi ya udah makasih beud buat keluarga besar yang selalu ada di suka duka selama kuliah sampai saat ini duka itu masih berlanjut. Ya merasa bersalah juga kalo udah setua ini tapi belum bisa kasih apa2.. Nyesek banget.

 Cakep banget ney, make up by salah satu salon di daerah karangjati sleman yogyakarta (lupa namanya), jadi ceritanya waktu itu diajak temen lama yang kebetulan satu kampus dan wisudanya bareng, pagi2 jam 5 udah sampai salon trus ngantri dandan langsung deh berangkat ke Hotel Seraton Yogyakarta (belum sempat ketemu emak), eh ternyata di gedung juga belum bisa ketemu sampai acaranya kelar. Nah pas bubar sama2 bingung nyari apalagi katanya wisudawan gak boleh bawa Hp,he he.. So emak cuma inget anaknya pake kebaya hijau, padahal yang pake ijo gak cuma satu orang bejiiibuuuunnnn,wkwk.. Aku dicritain katanya semua yang pake kebaya ijo ditanyain "Mbak anak saya bukan ya??" he he.. haduuuw.. (My Lovely mother) jadi kangen moment itu lagi. Kita baru bisa ketemu waktu aku berdiri di pintu keluar tengak-tengok kaya' orang ilang. Ternyata make up-nya emang bagus jadi bikin orang pangling termasuk emakku. oya namanya Gustap Salon.